Mau Baju Bermerek Tapi Murah, Pasar Senen Bisa Menjadi Pilihan

Kepada The Guardian, Kamprad hanya bilang tidak ada larangan untuk membeli pakaian bekas, meski untuk orang kaya sekalipun. Bicara soal barang bekas alias second memang menjadi hal yang menarik. Barang bekas biasanya dipatok dengan harga yang lebih murah dibanding harga barang baru. Hal tersebut membuat sebagian besar orang tergoda untuk membelinya.

“Untuk beli bal sendiri sih toko kami enggak pernah ya karena sangat berisiko. Di dalam bal itu belum tentu barangnya bagus semua,” kata Audi. Stigma negatif masyatakat terhadap keluarga mantan teroris dinilai membahayakan rencana pemerintah memutus rantai terorisme. Terutama pengucilan yang dialami beberapa keluarga dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada kondisi kejiwaan anak-anak. Ia membiayai operasional pesantren dengan beternak dan bercocok tanam, serta menjual hasil panen.

Namun kualitas pakaian bekas di Gedebage sedikit lebih tinggi. Jika di Pasar Senen masih ada baju-baju yang cacat, di Gedebage Anda dapat menemukan pakaian dengan kondisi mulus, namun harganya pun sedikit lebih mahal. Dikatakannya, para pembeli pakaian bekas tidak hanya dari kalangan orang tua bahkan para mahasiswa juga ramai berburu pakaian bekas ini. Dalam sehari dirinya dapat mengantongi omset paling banyak Rp 500 ribu. Dari situ, Andien pun semakin yakin jika barang preloved bila si pembelinya jeli untuk menggunakan, akan terlihat menjadi barang yang terlihat bernilai tinggi.

Karena itu, tidak sedikit pula yang melihat peluang bisnis dari aktivitas thrifting ini. Pertama, di hari-hari tertentu para pedagang baju bekas mengobral baju-bajunya. Biasanya pedagang akan menggelar baju-baju obralan di lantai secara random. Harga baju obral yang berada di lantai biasanya dijual dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp30.000 per potong. Jika Anda mau sedikit berusaha untuk mencari baju bermerek yang dalam tumpukan maka Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan branded dengan harga sangat murah. Nah, jika sudah tau tempat dimana kamu bisa menemukan pakaian bekas, baru deh ikuti suggestions berburu pakaian bekas berikut ini!

Tidak tanggung-tanggung, harga yang dipasang juga beragam, dari sekitar di bawah 10 ribu hingga belasan juta rupiah, karena sifatnya yang antik. Kamu bahkan bisa menemukan buku-buku terbitan pertama loh di sini. Ada juga kaset dan CD lagu lama yang sudah jarang dipakai para pendengar lagu saat ini. Penggemar barang bekas di Pasar Santa bukan hanya masyarakat Indonesia. Orang dari luar negeri pun menyempatkan mampir ke Pasar Santa. Di Ujab Nayamul, barang-barang berasal dari rekannya di Kalimantan, Medan, Jawa Timur, dan Bali.

Berburu baju bekas di Jakarta

Meski sedikit, di dekat area tersebut ada beberapa toko juga yang menjual pakaian bekas. Jika masuk dari arah Jalan Kapten Pattimura menuju Pasar Aur Duri ada terlihat sekitar four atau 5 toko yang berjualan. Selanjutnya Nesya juga menjelaskan bahwa selisih harga yang diberikan oleh pedagang pasti akan mempengaruhi kualitas baju bekas tersebut. Tak jarang saat kita melakukan thrifting kita bisa menemukan barang yang branded dengan harga terjangkau. Berbeda dari Pujha Fashion, harga baju bekas yang dijual di Pusat Impor Korea bisa ditawar.

Harga pakaian bekas di Pasar Senen berbeda-beda, tergantung jenis barang dan kualitasnya. Rata-rata untuk kemeja dijual dengan harga Rp 15 ribu sampai Rp 35 ribu. Sedangkan jaket bisa lebih mahal, ada yang Rp 15 ribu, Rp 30 ribu, Rp 100 ribu, hingga Rp 500 ribu pun ada juga di tempat ini. Sekali lagi, semua tergantung jenis, kualitas, dan merek jaket bekas yang dijual.

Penasaran juga sama koleksi baju-baju bekas di sana apakah sesuai sama selera aku atau tidak wkwk. Di Publicity Factory Outlet lebih banyak baju dan celana branded yang sesuai sama private style-ku dari mulai mannequin hingga bahannya. Jika Anda mencari baju bekas silahkan langsung menuju lantai 2. Sepatu hasil belanja sale bersama saudara baju yang dibeli karena acara halal-bihalal buku-buku yang dibeli saat bengong di bandara dan lain-lain.